Sensasi Memancing Dari Atas Tebing Di Gunung Kidul

Sensasi Memancing Dari Atas Tebing Di Gunung Kidul

Berkunjung ke Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta tidak hanya sekedar menikmati keindahan pantainya. Bagi anda yang memiliki hobi untuk memancing, ternyata Gunungkidul juga memiliki spot yang cukup menarik untuk memancing yaitu memancing dari atas tebing.

Tebing di pantai Gunungkidul seakan tidak ada habisnya mulai dari daerah timur yaitu daerah Kecamatan Girisubo hingga wilayah barat di daerah Panggang.

Potensi yang dimiliki tersebut dicoba dimanfaatkan oleh komunitas Handayani Rock Fishing untuk mempromosikan wisata minat khusus ini. Salah satu pemancing yang tergabung dalam komunitas HRF ini, Fajar Guntoro menyatakan bahwa hampir semua tebing yang berada di kawasan pantai selatan Gunungkidul dapat digunakan untuk spot memancing.

Hal ini terbukti dari beberapa tahun terakhir Fajar memancing dari ujung timur hingga barat selalu mendapatkan hasil yang cukup baik.

Sensasi Memancing Dari Atas Tebing Di Gunung Kidul
Sensasi Memancing Dari Atas Tebing Di Gunung Kidul

Fajar mengakui bahwa memancing dari tebing memiliki kesulitan yang berbeda karena benar-benar tergantung pada situasi angin dan ombak untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

“Paling potensi itu menurut saya ada di Pulau Kalong, daerah Wediobo. Itu merupakan wilayah favorit dari mania rock fishing. Ikan yang dapat diperoleh itu biasanya GT, kakap hingga Kerapu ada disana,” jelasnya.

“Selain itu juga ada psot bagus di Pantai Kesirat, Bekah. Pokoknya banyak, kalau dijelaskan satu per satu susah. Ada ratusan spot rock fishing di sini. Untuk yang suka menggunakan kapal jukung juga ada. Pantai yang menjadi favorit bagi pemancing dari kapal totalnya ada delapan,” lanjutnya.

Menurutnya, dengan banyaknya potensi ini seharusnya pantai Gundungkidul bisa menjadi salah satu destinasi bagi para pemancing tidak hanyak wisatawan biasa yang hanya ingin traveling. Memancing dari tebing di Gunungkidul ini menawarkan sensasi tidak hanya memancing akan tetapi menikmati panorama pantai terutama ketika memasuki waktu matahari terbenam.

“Untuk saat ini yang banyak disoroti itu adalah sampah plastik. Kalau di Gunungkidul itu untungnya masih tergolong bersih karena sampahnya tidak terlalu banyak dan juga sosialisasi untuk membuang sampah ke tempatnya dari pemerintah dan pengelola sepertinya berjalan,” jelasnya.

Komunitas pemancing ini juga mengajak para pemancing dari seluruh Indonesia untuk mencoba spot memancing di Gunungkidul dengan salah satunya mengadakan perlombaan memancing. Dirinya mengatakan bahwa nantinya akan ada sebanyak 104 tim yang akan mengikuti GRFT 2019.

Komunitas HRF ini juga merekrut pengawas yang berasal dari masyarakat sekitar Pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari.

Sensasi Memancing Dari Atas Tebing Di Gunung Kidul
Sensasi Memancing Dari Atas Tebing Di Gunung Kidul

“Kita juga melombakan untuk pengawas siapa yang paling banyak memungut sampah akan mendapatkan hadiah berupa satu unit sepeda. Dengan cara ini kami juga secara tidak langsung mengajak para peserta untuk tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.

Fajar menjelaskan bahwa kondisi laut selatan dari Gunungkidul saat ini cukup asri dan juga jarang ditemukan sampah plastik yang berserakan di sekitar pantai.

“Kelestarian alam merupakan suatu hal yang harus di jaga merupakan salah satu tujuan utama dari komunitas kami didirikan,” katanya.

Salah seorang pemancing yang berasal dari Sleman bernama Wigiarso membagikan pengalamannya ketika memancing diatas tebing pantai selatan. Dirinya mengaku bahwa banyak tantangan yang harus dilalui jika ingin memancing diatas tebing mulai jalan yang sulit hingga harus berhati-hati karena hembusan angin yang kencang.

“Memancing di Gunungkidul itu asyik, bisa menikmati pantai yang indah sekaligus melakukan hobi memancing. Saya sudah beberapa tahun terakhir memancing disini,” jelasnya.

Pemancing lainnya yang bernama Pujiana juga membagikan pengalamannya selama memancing di Gunungkidul ini. Menurutnya memancing diatas tebing itu memiliki sensasi yang berbeda. Selain itu, dirinya juga harus menginap serta memiliki persiapan yang matang.

“Kalau mancing di tebing itu ibaratnya, sekali lempar seribu harapan untuk mendapatkan ikan. Pengalaman saya selama memancing disini mendapatkan ikan seberat 16 kg. Hingga saat ini sudah tidak pernah mendapatkan ikan dengan berat seperti itu,” jelasnya.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Amri Santoso menjelaskan bahwa kegiatan lomba memancing ini sudah dua tahun dilakukan. Selain olahraga, juga digunakan untuk mempromosikan wisata di pantai Gunungkidul. Hal ini disebabkan banyaknya kabar simpang siur mengenai keadaan pantai selatan di Gunungkidul.

“Kita harus mengakui bahwa semenjak cuaca buruk yang membuat gelombang tinggi beberapa tahun lalu membuat turunya kunjungan wisata ke pantai Gunungkidul. Oleh karena itu dengan perlombaan ini diharapkan dapat mengangkat kembali jumlah kunjungan wisata dan memperkenalkan kembali wisata pantai Gunungkidul,” kata Amri.

“Kegiatan ini nantinya akan diikuti oleh 104 tim yang berasal dari berbagai daerah. Diharapkan nantinya tim yang mengikuti perlombaan ini bisa jadi promotor untuk meperkenalkan wisata Gunungkidul ketika sudah pulang ke daerah mereka masing-masing,” ucapnya.

Selain promosi wisata, perlombaan ini juga mengajak warga dan wisatawan untuk tidak membuang sampah sembangan karena nantinya potensi yang ada di laut ini akan diwariskan kepada anak cucu.