Pantai Kelingking, Dari Spot Memancing Menjadi Destinasi Wisata

Pantai Kelingking, Dari Spot Memancing Menjadi Destinasi Wisata

Pantai Kelingking yang berada di Banjar Karang Dawa, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida merupakan salah satu destinasi yang populer dikalangan wisatawan mancanegara.

Pantai tersebut dikenal dengan nama The Hidden Paradise Of Nusa Penida ini memiliki letak yang tersembunyi sesuai namanya karena membutuhkan perjuangan yang tidak mudah untuk menginjakan kaki di pantai ini.

Warga Bandar Karang Dawa lah yang memberikan nama pantai ini dengan nama Pantai Kelingking sehingga populer di wisatawan dengan nama Kelingking Beach.

Selain membutuhkan perjuangan untuk mencapai pantai ini, tata letak pantai ini juga tidak biasa karena berada di dasar tebing.

Pantai Kelingking, Dari Spot Memancing Menjadi Destinasi Wisata
Pantai Kelingking, Dari Spot Memancing Menjadi Destinasi Wisata

“Lokasi ini sebetulnya dulunya hanya di kunjungi oleh warga setempat karena merupakan lokasi bagi warga lokal Banar Karang Dawa untuk mencari ikan. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, lokasi ini mulai dikunjungi oleh wisatawan pada tahun 2007 dan jumlah wisatawan yang berkunjung semakin meningkat dari tahun ke tahun,” kata Perbekel Desa Bunga Mekar, I Wayan Yasa.

Untuk sampai di pantai ini, wisatawan harus menuruni perbukitan terjan dengan menuruni jalur setapak yang dibuat oleh warga lokal. Untuk menjaga keamanan, warga sekitar membuat pengamanan berupa pagar yang dibuat dengan kayu ulin sepanjang jalur tersebut terutama jalur yang curam. Walaupun begitu, jalan tersebut terkadang bisa licin diakibatkan oleh hujan sehingga wisatawan tetap harus hati-hati.

Dari atas bukit, wisatawan akan mendapatkan spot untuk mengambil foto yang sangat indah dengan latar belakang bukit dan juga tebing yang menjorok ke laut. Tebing itu sendiri berbentuk seperti kepala dinosaurus.

Pantai Kelingking, Dari Spot Memancing Menjadi Destinasi Wisata
Pantai Kelingking, Dari Spot Memancing Menjadi Destinasi Wisata

“Tahun ini secara bertahap akan kami usahakan untuk membuat anak tangga dari beton mengingat terdapat anggaran dari pemerintah untuk pemberdayaan desa mengingat sebagian jalur merupakan jalur yang terjal dan terkadang licin apabila terjadi hujan,” ungkap Wayan Yasa.

Ketika mencapai Pantai Kelingking dijamin rasa lelah karena perjalanan menuruni tebing akan terbayar lunas. Pantai ini masih memiliki panorama yang sangat alami dengan pasir putih yang masih sangat bersih.

Suara ombak ditambah air pantai yang biru akan membuat siapa saja ingin berenang atau paling tidak bermain air di lokasi tersebut.

Selain itu, perairan Banar Karang Dawa ini juga memilki hiburan lainnya yaitu Manta Point. Para wisatawan dapat mencoba untuk melakukan diving di spot yang menjadi lokasi dimana Ikan Pari Manta berkumpul.

“Di Banjar Karang Dawa ini juga terdapat perairan yang disebut Manta Point. Itu adalah spot untuk melakukan diving bagi wisatawan yang ingin melihat Ikan Pari Manta yang saat ini cukup langka,” kata Wayan Yasa.

Sebelumnya Pantai Kelingking ini dikelola oleh Banjar Adat Karang Dawa. Banjar ini dihuni oleh sekitar 100 kk yang dulunya berprofesi sebagai petani dan peternak.

“Setelah Pantai Kelingking ini dikenal, pengelola pantai ini dialihkan kepada dinas di desa. Agustus tahun 2018 akhirnya dibuatkan untuk pengutipan retribusi kepada pengunjung,” jelas Perbekel tersebut.

Semakin berkembangnya wisata di Banjar Karang Dawa membut perekonomian warga loka terangkat. Masyarakat mulai mengalihkan mata pencaharian dari petani dan peternak kebidan pariwisata seperti pemandu turis ataupun tempat-tempat istirahat dan makan untuk para turis disekitar objek Pantai kelingking.

“Populer nya Pantai Kelingking sangat berefek kepada perekonomian warga di Banar Karang Dawa ini,” jelas Wayan Yasa