Mancing Ikan Disini Dapat Di Denda Rp 6 Juta

Mancing Ikan Disini Dapat Di Denda Rp 6 Juta

Indonesia sebagai negara maritim tentunya menjadikan memancing ikan menjadi salah satu aktivitas dan hobi yang paling umum dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Selain kepuasan dari mendapatkan ikan hasil pancingan, tentunya akan semakin memuaskan jika pancingan tersebut disantap.

Salah satu ikan yang cukup populer di Indonesia dan sering ditemui adalah lele. Bagi yang gemar memancing di air tawar seperti sungai dan danau tentunya sering mendapatkan ikan jenis ini mengingat lele merupakan salah satu jenis ikan yang paling mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar nya.

Sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi adat istiadat tentunya ada beberapa tempat yang dianggap keramat dan dilarang untuk memancing ikan di tempat tersebut. Salah satunya adalah Sendang Lele yang terdapat di Kabupaten Sukoharjo.

Bahkan larangan tersebut bukan isapan jempol belaka karena terdapat ancaman pidana dan denda mencapai Rp 6 juta untuk yang melanggar larangan tersebut.

Mancing Ikan Disini Dapat Di Denda Rp 6 Juta
Mancing Ikan Disini Dapat Di Denda Rp 6 Juta

Sendang Lele terletak di Dusun Baseng, Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Dari Kota Sukoharjo dibutuhkan perjalanan sekitar 15 kilometer dengan waktu tempuh berkisar setengah jam.

Sendang Lele ini sesuai dengan namanya adalah sebuah kolam khusus yang terdapat banyak lele didalamnya. Sebagai identitas dari kolam tersebut, masyarakat lokal membangun sebuah patung lele ditengah kolam.

Menurut sesepuh desa yang dipanggil Mbah Kijo, ikan yang berada di Sendang Lele tersebut muncul secara alami. “Zaman dulu munculnya alami dan jumlahnya banyak sekali,” kata Mbah Kijo.

Dirinya melanjutkan bahwa saat ini lele alami tersebut hanya tersisa tiga. Sementara lele lainnya memang sengaja ditambahkan kedalam kolam. Akan tetapi peraturan di Sendang Lele tetaplah berlaku yaitu ikan tersebut tidak boleh diambil atau dipancing.

Menurut mitos masyarakat disekitar Sendang, ikan lele tersebut adalah milik dari penguasa kawasan sendang tersebut. Masyarakat menyakini bahwa jika ikan tersebut diambil atau dipancing akan mendatangkan malapetaka untuk masyarakat sekitar sendang tersebut.

Oleh karena itulah masyarakat membuat peraturan yang melarang siapapun utnuk memancing, mengambil atau bahkan mengganggu ikan yang berada di sana.

“Ada yang coba mengambil, memancing hingga mengganggu akan tetapi kalau sampai ketahuan warga maka akan dilaporkan ke pihak berwajib,” kata Mbah Kijo.

Sendang ini telah menjadi daya tarik di Kabupaten Sukoharjo dan didatangi oleh banyak pengunjung dari berbagai daerah. Para pengunjung mayoritas yang datang bermaksud mengambil air yang berasal dari pancuran yang berada disebelah kolam.

Mancing Ikan Disini Dapat Di Denda Rp 6 Juta
Mancing Ikan Disini Dapat Di Denda Rp 6 Juta

Untuk mitos air dari pancuran disamping sendang tersebut sesungguhnya tidak ada akan tetapi air dari pancuran tersebut berbeda karena air yang keluar dari pancuran tersebut bersih jernih tanpa ada campuran kapur.

Hari yang ramai pengunjung adalah malam satu suro. Para pengunjung yang datang pun tidak menjalani ritual khusus akan tetapi hanya dibelakukan 1 aturan yaitu dilarang memakai pakaian hijau gadung karena akan menyerupai pakaian yang digunakan oleh penguasa dari sendang tersebut.

Sementara itu, kawasan sendang ini juga memiliki nilai sejarah dalam perjuangan melawan kolonial Belanda. Diyakini bahwa sendang ini merupakan lokasi dimana Pangeran Sambernyawa atau Mangkunegara I menyusun strategi perang untuk menghadapi Belanda.

Sendang Lele ini tepat berada di kaki Gunung Gajah Mungkur.