Kementerian Pariwisata Akan Selenggarakan Lomba Memancing Di Banggai

Kementerian Pariwisata Akan Selenggarakan Lomba Memancing Di Banggai

Kementerian Pariwisata tengah menyiapkan daerah Banggai sebagai salah satu destinasi wisata yang diharapkan dapat menarik wisatawan. Nantinya kawasan yang berada di Sulawesi Tengah tersebut diharapkan dapat menarik minat para wisatawan yang memiliki hobi memancing karena kawasan Banggai akan dikembangkan menjadi kawasan objek wisata memancing. Berbagai pergelaran dan event untuk mendorong Banggai sebagai destinasi memancing pun telah mulai direncanakan.

“Telah disekapati jika wilayah Banggai layak untuk dijadikan salah satu destinasi wisata memancing berskala nasional sehingga dapat menarik wisatawan dari daerah lain ke Sulawesi Tengah,” kata Penasihat Kehormatan Menteri Pariwisata, Indroyono Soesilo.

Untuk mewujudkan Banggai sebagai kawasan wisata memancing tersebut, Mantan Menko Maritim tersebut memaparkan bahwa Kementerian Pariwisata akan melaksanakan perlombaan memancing berskala nasional dan internasional pada bulan September 2019 dengan tema “Banggai Internasional Tuna Fishing Tournament 2019”.

Kementerian Pariwisata Akan Selenggarakan Lomba Memancing Di Banggai
Kementerian Pariwisata Akan Selenggarakan Lomba Memancing Di Banggai

Sebagai awal, kegiatan sosialisasi beserta promosi akan dilakukan pada 14 Juni 2019. Dalam kegiatan tersebut para peserta akan diberikan pengetahuan perihal beberapa jenis ikan. Jenis ikan yang dipaparkan oleh Kementerian Pariwisata adalah ikan tuna cakalang, tuna sirip kuning, tuna sirip biru dan tuna mata besar.

Dirinya melanjutkan bahwa perlombaan memancing ini masih dalam tahap uji coba berhubung merupakan perlombaan perdana. Jika kegiatan berjalan lancar dan berhasil dalam hal target Kementerian Pariwisata tercapai maka perlombaan ini menjadi kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun nya.

Selain lomba memancing, Kemenpar juga akan menggelar joy sailing di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan. Tujuannya supaya para wisatawan daapt menikmati budaya dan juga kuliner tradisional dari Banggai.

“Nantinya juga akan ada demonstrasi bagaimana memancing ikan tuna dengan layang-layang,” lanjut Indroyono Soesilo.

Mengingat saat ini semua stakeholder menyetujui perlombaan ini, Indroyono sangat optimis bahwa acara ini akan berjalan dengan sukses dan dapat menarik cukup banyak wisatawan ke Banggai.

“Dengan adanya Banggai sebagai destinasi wisata memancing ini akan semakin memperbanyak dan melengkapi portofolio wisata bahari Indonesia,” ungkapnya.

Indroyono menjelaskan beberapa alasan yang membuat Banggai dapat menjadi salah satu destinasi memancing nasional bahkan internasional. Pertama adalah kehadiran ikan eksotis Banggai Cardinal. Kedua, posisi perairan Banggai yang merupakan jalur migrasi ikan tuna dari Samudra Pasifik ke Samudra Hindia.

Selain itu, Banggai juga memiliki nilai historis seperti Teluk Peleng yang menjadi titik dimana TNI menyiapkan armada kapal perangnya dalam persiapakn merebut Irian Barat pada Juli 1962. Dicatat dalam sejarah bahwa di perairan tersebut ratusan kapal perang dan angkut milik TNI berkumpul sebelum bergerak ke Irian Barat.

“Dengan kekuatan 45 ribu tentara, TNI telah menyiapkan semua hal untuk merebut kembali Irian Barat dalam rangka Operasi Trikora. Untuk memperingati hal tersebut, sebuah Monumen Trikora dibangun di Banggai,” katanya.

Banggai merupakan salah satu daerah tingkat II di Provinsi Sulawesi Tengah. Memiliki ibukota di Luwuk, Kabupaten ini memiliki luas mencapai 9.672 km2 dan memiliki penduduk mencapai 323.626 jiwa berdasarkan sensus tahun 2010.

Kabupaten Banggai merupakan kabupaten yang memiliki potensi sumber daya alam bahari yang melimpah mulai dari ikan, udang, rumput laut hingga mutiara. Selain itu terdapat juga blok pertambangan seperti gas yang dikenal dengan Blok Matindok dan Senoro.