Kabupaten Biak Adakan Lomba Memancing Untuk Promosikan Destinasi Wisata Memancing

Kabupaten Biak Adakan Lomba Memancing Untuk Promosikan Destinasi Wisata Memancing

Pada Festival Biak Munara Wampasi VII Kabupaten Biak Numfor, Papua, pihak panitia mengadakan perlombaan memancing dalam rangka memeriahkan pesta budaya masyarakat adat setempat. Perlombaan tersebut menyediakan hadiah sebuah longboat perahu fiber untuk peserta yang menjadi juara pada kategori tradisional. Festival yang dikenal dengan nama Festival BMW ini adalah salah satu upaya untuk mempromosikan potensi wisata pantai yang berada di Kabupaten Biak Numfor terutama wisata bahari dan destinasi memancing.

Festival BMW adalah bagian dari upaya untuk menjadikan destinasi wisata bahari yang berada di wilayah kelautan Pulau Biak menjadi semakin dikenal oleh para wisatawan. “Panitia menyediakan kategori tradisional dan modern pada lomba memancing yang akan diselenggarakan dari Pelabuhan Tip Top,” jelas Ketua Panitia Effendi Igirisa di Biak.

Effendi menjelaskan bahwa kriteria lomba pada kategori tradisional adalah peserta harus menggunakan handline dasaran atau tanpa menggunakan bantuan perangkat modern, tidak boleh menggunakan fishfinder, alat GPS dan harus menggunakan perahu standard nelayan. Ketentuan lain adalah penilaian kategori ikan yang terberat 1 ekor maksimal ditambah dengan waktu pelaksanaan jam 8 pagi hingga jam 4 sore waktu setempat. Peserta yang tidak melanggar salah satu aturan tersebut akan didiskualifikasi.

Kabupaten Biak Adakan Lomba Memancing Untuk Promosikan Destinasi Wisata Memancing
Kabupaten Biak Adakan Lomba Memancing Untuk Promosikan Destinasi Wisata Memancing

Satu tim yang diizinkan hanya boleh terdiri dari 2-3 orang yang dimana sudah termasuk motoris didalamnya. Untuk lokasi memancing hanya dibatasi seputaran perairan Biak dari pelabuhan eks Biak Mina Jaya hingga dermaga Mokmer distrik Biak Kota. “Ketika strike harus didokumentasikan dalam bentuk video dengan memasukan nomor peserta kedalam video,” kata Effendi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Biak.

Untuk kategori modern, peserta dipersilahkan untuk menggunakan peralatan modern jigging, alat bantu Fishfinder akan tetapi penggunaan trolling dilarang. “Peserta tidak diizinkan membawa umpan mentah diatas boat serta kategori ikan terberat satu ekor maksimal,” kata Effendi.

Waktu pelaksanaan lomba kategori modern ini dimulai jam 9 pagi hingga 4 sore waktu setempat. Peserta yang memancing diluar waktu yang ditentukan akan didiskualifikasi. Satu tim peserta lomba kategori modern ini minimal harus terdiri dari 3 orang dan maksimal 4 orang yang sudah termasuk dengan motoris. “Untuk area memancing tidak dibatasi. Ketika strike juga harus didokumentasikan dengna video dan nomor peserta harus dimasukan kedalam video,” jelasnya.

Effendi mengatakan bahwa ada beberapa ikan yang tidak akan masuk penilaian lomba yaitu ikan napoleon, ikan paus, ikan hiu, ikan lumba-lumba, ikan pari, ikan berbisa dan belut.

Hadiah untuk juara pertama kategori tradisional adalah sebuah longboat fiber sedangkan juara dua mendapatkan GPS handheld ditambah uang tunai Rp 3 juta dan juara tiga mendapatkan uang tunai Rp 3 juta.

Untuk kategori modern, juara pertama mendapatkan uang tunai sebesar Rp 8 juta, juara dua mendapatkan Rp 4 juta dan juara tiga mendapatkan Rp 3 juta.

Effend mengatakan selain juara satu, dua dan tiga juga terdapat kategori juara favorit yang dimana dinilai dari menjumlahkan semua ikan yang berhasil ditangkap.

“Keseluruhan ikan yang didapatkan 1 tim dihitung bersama setelah ikan terbesar yang digunakan untuk penilaian pada kategori tradisional atau modern dikeluarkan. Semua ikan yang disertakan dalam kategori ini akan direkam. Juara favorit ini akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp 2 juta,” jelasnya.