Dituduh Curang, Peserta Lomba Mancing ini Tak Jadi Dapat Toyota Agya

Peristiwa tak mengenakkan menghampiri pria sederhana asal Provinsi Riau yang bernama Fahri. Dirinya yang ikut dalam sebuah ajang lomba mancing tingkat nasional gagal mendapat hadiah utama yang menjadi haknya karena dituduh curang oleh panitia.
Fahri dan beberapa rekannya mengikuti ajang lomba mancing Mania Nusantara 34 Provinsi di Selat Air Hitam, Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Hadiah utama perlombaan tersebut adalah satu unit mobil toyota Agya.Pada ajang Mancing Mania Nusantara 34 Provinsi ini, seluruh peserta berlomba untuk mendapatkan ikan bersisik paling berat dengan cara dipancing dan dalam kurun waktu dua jam. Saat itu, Fahri berhasil mendapatkan ikan Kurau dengan berat delapan kilogram.
Karena tak ada peserta yang bisa memancing ikan bersisik dengan bobot lebih berat dari ikan Kurau yang didapat Fahri. Akhirnya, Fahri pun dinyatakan sebagai pemenang. Prosesi penyerahan kunci mobil secara simbolis pun telah dilakukan oleh panitia kepada Fahri.
Namun, kebahagiaan yang dirasakan Fahri hanya berlangsung sebentar saja,Sebab Pasalnya, Fahri dituduh oleh panitia telah melakukan kecurangan.Dalam setiap perlombaan, semakin menark hadiahnya semakin banyak pula peserta yang ikut.Di Provinsi Riau, tepatnya di desa Batang Meranti, kecamatan Pulau Merbau, seorang pria bernama Fahri, harus merelakan hadiah mobil Toyota Agya, yang tidak jadi diberikan oleh panitia, dan hanya digantikan oleh uang tunai sebanyak Rp 5 juta.
Fahri mengikuti ajang lomba Mancing Mania Nusantara 34 Provinsi di Selat Air Hitam, Kepulauan Meranti. Hadiah utama perlombaan tersebut adalah satu unit mobil Toyota Agya berwarna kuning.Pada ajang Mancing Mania Nusantara 34 Provinsi ini, peserta harus berlomba-lomba untuk mendapatkan ikan bersisik paling berat, dengan cara dipancing. Dalam kurun waktu dua jam, Fahri pun berhasil mendapatkan ikan Kurau dengan berat delapan kilogram.
Selanjutnya, tidak ada peserta yang bisa memancing ikan bersisik dengan bobot lebih berat dari ikan Kurau milik Fahri. Akhirnya, Fahri pun dinyatakan sebagai pemenang dan telah menerima kunci mobil secara simbolis.Namun, kebahagiaan yang dirasakan Fahri hanya berlangsung sebentar saja, Sebab Pasalnya, Fahri dituduh oleh panitia telah melakukan kecurangan.
Dilansir dari akun komunitas masyarakat setempat di Facebook, Fahri dibawa oleh beberapa oknum panitia ke sebuah hotel, untuk berbicara soal hadiah mobil Toyota Agya yang ia terima.
Di hotel tersebut, Fahri tidak ditemani oleh siapa-siapa. Fahri mengaku diinterogasi dan dituduh kalau ikan yang ia dapatkan adalah hasil dari menjaring, bukan dipancing, sesuai ketentuan lomba.Takut, Fahri pun mengiyakan tuduhan panitia dan hadiah mobil Toyota Agya ditarik, dan digantikan dengan uang tunai senilai Rp 5 juta.
Salah satu rekan Fahri, Selamat, kemudian bersaksi kalau tuduhan yang ditujukan ke Fahri tidak benar. Selamat menjelaskan, posisinya persis di belakang perahu Fahri dan melihat bagaimana Fahri mendapat ikan Kerau dengan memancing, bukan dengan jaring.Kejadian ini pun ramai diperbincangkan oleh netizen. Cukup banyak yang menginginkan kasus ini diusut tuntas dan panitia berlaku transparan.