Benarkah Keahlian Memancing Pak Harto Ketika Memancing Karena Sudah Diatur

Benarkah Keahlian Memancing Pak Harto Ketika Memancing Karena Sudah Diatur

Walaupun sering disebut sebagai tokoh yang otoriter dan angker, ternyata terdapat banyak cerita menarik mengenai Presiden Ke-2 Indonesia, Soeharto. Tokoh militer yang berkuasa lebih dari 30 tahun tersebut memiliki banyak hobi yang dimana salah satunya adalah memancing yang paling banyak diingat oleh publik.

Pria yang disapa dengan Pak Harto ini memiliki banyak lokasi untuk menikmati hobi memancing ikan. Baginya, memancing tersebut adalah bagian dari pelatihan kesabaran.

Dalam autobiografinya, Pak Harto mengatakan bahwa dirinya sering menghabiskan waktu untuk berlibur ke laut. “Kalau hari libur terkadang saya pergi ke laut ataupun ke Tapos,” ungkap Pak Harto dalam tulisan di autobiografinya.

Benarkah Keahlian Memancing Pak Harto Ketika Memancing Karena Sudah Diatur
Benarkah Keahlian Memancing Pak Harto Ketika Memancing Karena Sudah Diatur

Mantan Menteri Penerangan Harmoko mengaku bahwa terdapat banyak cerita mengenai hobi memancing Pak Harto tersebut. Pada saat itu, sekitar akhir 1987, dirinya pergi menemani Pak Harto bersama pejabat lain seperti Fuad Hasan, Ismail Saleh dan Bustanul Arifin pergi memancing.

Saat itu terdapat rumor yang menceritakan penyebab dibalik kehebatan Pak Harto dalam memancing ikan terutama ikan ukuran besar. Ada cerita yang beredar bahwa ketika Pak Harto memancing akan didampingi oleh grup marinir yang akan menyelam untuk dengan membawa ikan yang akan dipasang ke umpan pancing milik Pak Harto.

Harmoko menjelaskan bahwa rumor tersebut tidaklah benar karena Pak Harto memang ahli dalam memancing sekaligus memiliki kesabaran untuk menunggu ikan besar memakan umpan yang dia miliki.

Putri pertama Pak Harto, Siti Hardiyanti Indra Rukmana atau Mbak Tutut menjelaskan bahwa rumor tersebut tidak benar karena Pak Harto juga sering tidak mendapatkan ikan ketika memancing. Pernah beberapa kali dirinya melihat Pak Harto pulang dari memancing dengan tangan hampa.

Walaupun terkadang tidak mendapatkan ikan, Pak Harto disebutkan oleh Tutut selalu pulang membawa ikan yang jenis bermacam-macam.

“Ibu sering suka tanya. Mancing neng endi (dimana) kok ikannya jenis beda-beda. Lalu bapak jawab, mancing nganggo duit (mancing pakai uang alias beli) sambil tersenyum,” jelas Mbak Tutut ketika ketika peluncuran buku Warisan daripada Soeharto yang ditulis oleh Julius Pour.

Menurut Mbak Tutut, Pak Harto menggunakan hobi memancing untuk menenangkan pikirannya dari semua hiruk pikuk aktivitasnya ketika menjaid Presiden Indonesia. Memancing juga digunakan Pak Harto untuk melatih kesabaran.

Pak Harto seringnya mancing di luar Teluk Jakarta. Akan tetapi karean kawasan Teluk Jakarta yang sudah tercemar dengan sampah dan limbah dirinya memilih kawasan Ujung Kulon dan Pelabuhan Ratu sebagai destinasi memancingnya.